04 Maret, 2008

berita bali

DI TEMUKAN SARKOPAGUS DI DESA ALASANGKER BULELENG BALI BERUMUR 1.200 TAHUN. DAN EMAS YANG ADA DI LOKASI SARKOPAGUS DI JARAH OLEH MASYARAKAT SETEMPAT.


Warga desa alasangker buleleng singaraja bali masih ramai di kunjungi warga dari desa desa tetangga hingga [19/2]warga masih ramai menyaksikan kubur batu alias SARKOPAGUS yang di temukan di areal galian tanah uruk sabtu [16/2].tentu karna penasaran warga setempat dan sekitarnya berdatangan ingin menyaksikan dari dekat wujud kuburan batu tersebut.untuk antisipasi hal hal yang tidak di inginkan polisi memasang garis polisi sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.Walau sudah ada larangan dari aparat kepolisian namun warga masih saja ingin menjamah benda tersebut karna di anggap membawa keberuntungan. Kepala desa alasangker Putu Sudana mengaku khawatir benda bersejarah itu bisa rusak jika tak secepatnya di amankan ketempat yang semestinya.Sementara itu dinas Dinas Kebudayaan dan pariwisata kabupaten buleleng yang menerjunkan seksi Permuseuman Sejarah dan Kepurbakalaan [PSK] di pimpin kasi PSK Ketut swarna dwipa , mencatat benda batu berupa SARKOPAGUS tersebut berukuran panjang 110 cm , lebar 62 cm ,tinggi 94 cm dan ketebalan 10 cm serta ruangan di dalam batu tersebut berukuran 40cm.

Benda seperti itu biasanya di pergunakan untuk menguburkan orang meniggal dunia dengan status sebagai orang trhormat. Sementara itu Wayan budiasa [43]warga desa tugad mungga di periksa polsi secara intensif di mapolres buleleng rabu [20/2]akibat ulahnya sendiri yang usil mengambil lempengan kuning yang di duga emas yang di ambil di dekat lokasi sarkopagus tersebut.Pasalnya lempengan emas itu diduga berkaitan dengan sarkopagus di desa setempat.Kasat reskrim polres buleleng AKP Ambariyadi wijaya seijin kapolres AKBP setyo dwiantoro rabu [20/2] menyatakan wayan budiasa yang mejadi buruh galian tanah uruk di areal itu mengaku telah menemukan lempengan kuning di lokasi itu sebelum warga menemukan sarkopagus . selain emas dia juga menemukan camplong pasepan [tempat dupa]dan batu kali panjang dan sayangnya lempengan tersebut sudah di jual kepada seseorang dan sebagian lagi telah di jadikan cincin, namun sekarang cincin itu sudah kami sita sedangkan lempengan batu dan tempat dupa sudah di buang karna di anggap tak ada nilainya katanya.Sementara tim balai arkeologi denpasar meluncur ke alasangker guna meneliti sarkopagus tersebut, dan hasilya tim memperkirakan sarkopagus di buat pada tahun 1 sampai dengan 800 masehi atau sekitar 1.200 tahun yang lalu.Sarkopagus tersebut memiliki kesamaan bentuk dan pungsi dengan sarkopagus lainya yang ditemukan di wilayah bali utara seperti desa tigawasa, desa kali bukbuk, dandesa temukus . Yang kesemuanya berada di wilayah buleleng.Koordinator tim balai arkologi Made suastika mengatakan sarkopagus yang ada di desa alasangker tersebut menunjukkan perkembangan jaman batu . dari beberapa temuan benda purbakala di buleleng penduduk buleleng telah lama mengenal perundagian . terbukti dengan berbagai macam artefak berbentuk sarkopagus yang di temukan dan periuk tanah yang memiliki bentuk dan kwalitas sangat baik.Menurutnya penemuan sarkopagus di daerah pedalaman dan pegunungan menunjukkan penyebaran penduduk 1.200 tahun yang lalu itu dapat di katakan tidak hanya di daerah pesisir tapi juga telah memasuki daerah pedalaman seperti di desa alasangker ini katanya.Sarkopagus ini jeles akan kita rawat sebagai sumber sejarah dan tetep lestari.

CCTV DI BADUNG [DENPASAR]SEGERA DI PASANG

Pemasangan CCTV di Badung atau di tempat strategis di wilayah kota Denpasar segera di laksanakan setelah selesai survai lanjutan dari PT AVISCOM pemenang tender pengadaan CCTV dari Mabes polri. Rencananya sabtu [23/2]tim Aviscom akan datang ke badung untuk melakukan survai tersebut, dan masyarakat bali menyambut gembira pemasangan CCTV tersebut dan berharap CCTV yang akan di pasang berguna untuk keamanan bali sebagai kota pariwisata dunia. Kepala kantor informasi dan telematika [intelkam] badung drs I Ketut Karpiana m.m, rabu [23/2]menurutnya pemasangan CCTV rencananya akan di laksanakan tahun ini setelah tahun 2007 lalu di adakan tendr pemasangan . CCTV yang akan di pasang di 125 titik meliputi :wilayah kuta dan kuta selatan . 75 unit CCTV dari mabes polri dan 50 lainya bantuan dari PT BALI TOWERINDO .

CCTV tersebut akan di koneksikan secara berjaringan melalui sistim tertentu serta kontrolnya berpusat di pemkam dan subkontrolnya dari polsek polsek di wilayah kuta. Karpiana menyebutkan bahwa pemaangan itu sangat di perlukan dan harus segera terlaksana, serta masyarakat telah lama menunggu pemasangan ini guna mendukung aparat keamanan dalam melaksanakan tugasnya.Apa lagi di tengah keamanan bali yang mulai terganggu seperti adanya beberapa ledakan baru baru ini.Kita berupaya mengatasi gangguan keamanan bali ini meskipun pemasangan CCTV tidak secara otomatis menghentikan niat orang melakukan kejahatan, paling tidak mereka merasa di intai dalam melaksanakan kejahatannya”jelas karpiana.Sementara itu terkaitpenjagaan keamanan di badung ketua LPM legian kuta drs Nyoman sarjana menegaskan perlunya ketegasan pemerintah dan aparat terkait tentang perlunya mengkaji kembali setiap kasus dan tetap waspadai kemungkinan adanya sebab lain misalnya persaingan bisnis yang tidak sehat dan masyarakat tetap terjaga bahkan tidak terlena agar tidak kecolongan dalam hal keamanan ini.Dan yang terpenting kita tidak saling menyalahkan dalam hal penyebab kegagalan keamanan itu.mari bersatu dan berpikir apa yang harus kita lakukan karna keamanan adalah kepedulian dan tanggungjawab kita bersama secara holistik. Tidak bisa hanya mengandalkan aparat keamanan semata tapi juga tanggung jawab kita bersama katanya.Pemasangan CCTV itu di tempat tempat tertentu menurutnya bukan satu satunya solusi, secanggih apapun alat itu kalau SDMnya tidak bagus dan tidak mnggugah hati itu sama saja bohong alias sia sia ujarnya.

PROFIL X-POSE

Foto saya
Situbondo Jawa Timur, Email: xpose_news@yahoo.com, Indonesia
PENDIRI: PEMIMPIN REDAKSI / UMUM: ARI SYAMSUL ARIFIN. REDAKTUR PELAKSANA ONLINE: DIDIK BINTARA H. REPORTER: ANIES SEPTIVIRAWAN + CREW X-POSE