
Malam itu hawa cuaca agak bersahabat, langit agak sedikit cerah. Namun dinginnya hawa pada malam itu tampaknya tidak bersahabat bagi para lelaki hidung belang yang tidak mampu menahan libido/hasrat seksualnya untuk bercinta dengan lawan jenisnya. Merka (para lelaki hidung belang-red) tampak berkongko-kongkow sembari menikmati minuman kopi dan the yang disuguhkan oleh sang pemilik warung semi permanent yang memakai tenda.
Dan kebetulan wartawan Tabloid X-pose kala itu juga sempat nongkrong di warung tersebut. Di
Sebab sekarang mencari pekerjaan kan sulit to mas, dan wanita seperti saya ini mau bekerja apalagi kalau ndak bekerja seperti ini mas, mau jadi babu ya jelas tidak cukup untuk membesarkan anak dan kebutuhan hidup sehari-hari, akhirnya saya harus melacurkan diri seperti sekarang ini, mas,” ujar wanita PSK yang lain sembari menyeruput kopi dingin karena sedari tadi menunggu ajakan tamu pria hidung belang belum kunjung datang.
Sedangkan tempat warung tenda tempat mangkalnya para wanita PSK yang bertengger di tepian sungai tersebut sejak dulu hingga kini memang dilarang oleh Satpol Pamong Praja Pemkab Lumajang. Dan tempat tersebut belum pernah diarazia sama sekali.
Sementara itu ketika wartawan Tabloid X-pose berupaya mencoba mengkonfirmasikan seputar keberadaan warung tenda di tepian sungai kepada Kepala Sat-POl PP Pemkab Lumajang, pihaknya mengaku belum bersedia dimintai komentar maupun hak jawabnya. (eko/anies)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar