Semenjak Jenderal Soeharto sakit di awal tahun ini, halaman depan berbagai media massa cetak mainstream begitu rajin menurunkan berita mengenai sakitnya mantan penguasa rezim otoriter Orde Baru tersebut.
Harian Kompas (14/1), misalnya, telah memuat berita mengenai kondisi kesehatan Soeharto menjadi berita headline pada halaman depannya. Hari ini (16/1), Soeharto memang tidak lagi menjadi headline di Kompas. Namun, harian ini masih menempatkan foto mantan Presiden Habibie saat menjenguk Soeharto di halaman depan media tersebut.
Sementara, Koran Tempo (16/1) masih menempatkan berita mengenai Seoharto menjadi headline-nya. Koran ini malah mempunyai rubrik khusus yang berjudul "Pergulatan Soeharto".
Bahkan, pada Majalah Tempo edisi 47/XXXVI/14 - 20 Januari 2008 menjadikan berita terkait dengan kesehatan Soeharto sebagai laporan utamanya.
Ketiga media di atas (Kompas, koran dan majalah Tempo) adalah sedikit contoh dari media mainstream (media besar) yang menjadikan berita terkait kesehatan Soeharto sebagai berita utamanya. Hal itu belum termasuk media massa elektronik dan online yang menyiarkan update berita yang terkait dengan kesehatan Soeharto.
Akibatnya, sudah dapat dipastikan berita-berita yang terkait dengan kepentingan publik seperti kondisi terakhir korban bencana alam di Jawa, Jayapura, bahkan korban bencana banjir air pasang di Muara Baru, Jakarta Utara, menjadi sekadar berita tempelan dari berita utama mengenai kesehatan mantan penguasa otoriter tersebut.
Gencarnya berita mengenai kesehatan Soeharto jugalah mungkin yang mendorong pemimpin rezim jaim (jaga image) Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) beberapa kali mengadakan jumpa pers untuk ikut-ikutan menanggapi kondisi terakhir kesehatan Soeharto. Bahkan, SBY merelakan tugas kenegaraannya di Malaysia dipercepat setelah mendengar kondisi Soeharto kritis.
Tidak hanya itu, para tokoh politik pun seperti paduan suara menyarankan masyarakat memaafkan 'pemenang hadiah Rp1 triliun' dari kasus majalah Time itu. Pertanyaanya kemudian adalah, selama belum ada putusan dari pengadilan tentang keselahan Soeharto atau pengakuan bersalah darinya, apa yang mau dimaafkan?
Meskipun begitu, publik harus tetap mengakui bahwa Soeharto memang orang kuat di negeri ini. Betapa tidak, semasa dia berkuasa, dengan kekuasaannya dia membunuh kebebasan pers yang dianggap mengganggu stabilitas keamanan rezim Orde Baru. Kini, meskipun sedang terkapar di rumah sakit, Soeharto mampu mengubah media massa mainstream dari penyambung lidah rakyat menjadi sekadar staf humas keluarga Cendana. Saat ini, media massa benar-benar dalam genggaman kekuasaan keluarga kaya itu.
17 Januari, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
LUMBUNG INFORMASI RAKYAT
- http://situbondo.go.id
- http://samarinda.go.id
- http://polri.go.id
- http://okzon.com
- http://naughtyamerica.com
- http://lalat.com
- http://kutaikartanegara.com
- http://kpk.go.id
- http://kaltimprov.go.id/
- http://kabprobolinggo.go.id
- http://kabmalang.go.id
- http://kabbanyuwangi.go.id
- http://jember.info
- http://denpasar.go.id
- http://aniesxpose.blogspot.com
- http://ahmadamins.com
Arsip Berita Klik disini
-
▼
2008
(153)
-
▼
Januari
(82)
- musibah akhir tahun
- renungan pergantian tahun
- gambar X-pose
- Kekerasan terhadap insan PERS
- Investigasi
- Opini
- Berita Bali
- Wisata X-pose
- Kriminalitas
- AROGANSI TNI
- Tanpa judul
- pengedar uang palsu
- KRIMINAL BALI
- BEREDAR, FOTO MESUM STAF DISPENDA BONDOWOSO
- FOTO MESUM
- Opini & Religi
- Kisah Nyata
- Berita Nasional
- Oknum Wartawan tipu warga, Bawa kabur Jutaan rupia...
- Kriminal
- Lensa X-pose
- Bocah Dibawah Umur Jadi Korban Trafficking PJTKI ...
- Investigasi
- PILKADA
- Liputan Khusus
- Hentikan Kekerasan
- sajak ZAWAWI IMRON
- sajak ZAWAWI IMRON
- pak harto masih kuasai media cetak
- pak harto masih kuasai media cetak
- Tentara Pakistan Tewaskan 90 Militan di Perbatasan...
- PEMEKARAN DESA DIPASTIKAN GAGAL
- Mustain: “Saya Sesalkan pelaksanaan
- KALIPURO KEMBALI JADI SARANG 303
- DIDUGA TUKANG SANTET, RUMAH DI HANCUR MASSA
- Bocah Dibawah Umur Jadi Korban Trafficking PJTKI I...
- Salam sejahtera & sehat selalu untuk temen2 KUKAR
- CERPEN SENO GUMIRA ADJI DARMA
- PENEMUAN BENUA AMERIKA
- BERITA DUKA NEGERI INI
- Siaran Pers Bakornas LKBHMI PB-HMI
- 23/01/2008 17:52 DPR
- THE FEMALE BRAIN RESENSI
- Halimah Selangkah Lagi Jadi Janda
- Oknum Wartawan tipu warga, Bawa kabur Jutaan Rupiah
- Mengharap Keluarga Rujuk, Malah Istri SelingkuhDi ...
- 2008, Walikota Canangkan Wajar 12 Tahun
- MANGKIR ACARA DI DEWAN, BK SIAP MEMBERI SANKSI
- Amins Jamu Warga Balikpapan
- Amins Jamu Warga Balikpapan
- BRI CABANG BONDOWOSO BUKA KRAN BESAR-BESARAN ,
- Sayonara: “Saya Minta Keadilan Penegak Hukum”
- Presiden Yudhoyono Jenguk Soeharto
- Presiden Yudhoyono Jenguk Soeharto
- Massa Pendukung Syaukani Kembali Datangi DPRD
- PELANTIKAN WALI DAN WAKIL WALI KOTA BERLANGSUNG LA...
- Kepala Lapas Kerobokan Pojokkan Sudrajat
- Mengapa polisi Tidak Dilindungi HAM ?
- Banjir Tenggelamkan Puluhan Hektar Sawah di Jember
- Enam Masalah Bayangi Pembangunan Kaltim
- PENGHARGAAN TAHUN 2001 BUAT KALTIM
- Ikrar Kemenangan dari Utara
- Presiden: Prioritaskan Ngawi 80 Persen Tergenang
- Menikmati Pijat Plus
- Melongok Pesona Kebun Raya Samarinda Yang Alami
- Menelisik Warung Remang PSK di Tepi Sungai
- Bocah Dibawah Umur Dijadikan Budak
- Mega Proyek M.O.G Lewat Dari Jadwal
- Pedagang Pasar Badung Pojokkan Rantika Jendra Diso...
- Terdakwa PT TELKOM DENPASAR Minta Dibebaskan
- Pengurus BPD se-Kota Bangun Dilantik
- Hangusnya Pasar Seni Citra Niaga, AGA KHAN AWARD T...
- Pengakuan Kontroversial Sang Pelacur Tuhan
- DIDUGA TUKANG SANTET,RUMAH DI HANCUR MASSA
- Beredar, Produk Makanan Kadaluarsa di Media Swalayan
- HAK JAWAB
- KELUARGA WIJI THUKUL
- KELUARGA WIJI THUKUL MENOLAK PENGIBARAN BENDERA SE...
- REPORTASE
- PAK HARTO DIMAKAMKANPresiden SBY melakukan penimba...
- PANDANGAN
- Parlemen Turki Akan Izinkan Pemakaian Jilbab di Un...
-
▼
Januari
(82)
Tabloid X-pose News
PROFIL X-POSE

- REDAKSI MEDIA X-POSE
- Situbondo Jawa Timur, Email: xpose_news@yahoo.com, Indonesia
- PENDIRI: PEMIMPIN REDAKSI / UMUM: ARI SYAMSUL ARIFIN. REDAKTUR PELAKSANA ONLINE: DIDIK BINTARA H. REPORTER: ANIES SEPTIVIRAWAN + CREW X-POSE
Tidak ada komentar:
Posting Komentar